Pagi
hari, kubuka kelopak mataku dengan malas. Sinar matahari yang menerobos jendela
kamarku membuatku terbangun. Tak lama kemudian hpku berdering dengan kesal ku
sambar hpku dengan cepat. Ku terima telepon darinya, suaranya yang khas
memenuhi gendang telingaku.
“Pagi
Kayla.” sapanya dengan ramah. Suaranya yang khas membuatku mengenalinya.
“Ya
pagi juga.” kataku membalasnya.
“Pagi
ini sarapan bareng yuk! Numpung hari ini weekend.”
mengajakku dengan semangat.
“Boleh,
mau dimana?” balasku.
“Sudah
gak usah di pikir dimana, ntar jam setengah 8 aku jemput kamu ya. Byee..”
ujarnya.
“Oh
iya, kay. Jangan lupa mandi! Pakai dress yang bagus ya!” lanjutnya sebelum
menutup telepon.
“Hahaha
iya, emang kita mau kemana sih sarapan aja mesti pake aju bagus-bagus?” tanya
Kayla sangat penasaran.
“Duh
udah, gausah di pikir kita mau kemana yang jelas kamu ikutin instruksi ku aja!
Yaudah, bye Kayla! See you!” ucapnya.
“Okai,
bye!” balasku.
Dengan
cepat ku sambar handukku dan langsung menuju kamar mandi. Saat mandi ku
pikirkan dress yang aku ku kenakan
nanti. Aku semakin ingin tahu akan pergi kemana aku bersamanya dengan
berpakaian dress yang bagus ini.
Randy memang suka menjahiliku dan suka membuatku penasaran. Oh iya, namanya
Randy. Dia cowok yang sifatnya super duper beda dari cowok yang lain.
Randy
itu temanku dari mulai aku SMP kelas 3 sampai kuliah sekarang ini. Dari dulu
kita sekelas dan sekarang satu fakultas dan satu universitas, sampai-sampai aku
bosan dan sangat bosan. Namun, dengan sifatnya yang super seru itu aku tidak
pernah merasa sebosan yang aku pikirkan. Cause,
si dia itu sifatnya kadang nyebelin, suka bikin kepo, suka jahilin orang,
kadang juga romantis, kadang juga humoris yang jelas seru. Kalau sudah romantis
nih ya, duh, serasa dunia milik kita berdua deh, tapi kalau sudah dia badmood rasanya tuh orang mau di makan
gitu.

